Teh Kalakai merupakan produk teh herbal yang berasal dari tanaman/tumbuhan khas lahan basah/gambut yang banyak ditemui di Kalimantan Selatan & Kalimantan Tengah, yaitu: Kelakai (Stenochlaena Palustris). Teh ini merupakan temuan tim inovasi dari ULM, khususnya dari PHLB ULM (Pusat Inovasi, Teknologi, Komersialisasi, Manajemen: Hutan & Lahan Basah, Universitas Lambung Mangkurat), melalui kerjasama dengan BRG pada tahun 2017. Saat ini diproduksi oleh PHLB ULM dan merupakan salah satu produk terbaru pada tahun 2018, yang dihasilkan melalui serangkaian riset dan inovasi, khususnya dalam menentukan tingkat suhu dan lama pengovenan daun kelakai, sehingga menghasilkan teh dengan rasa yang nikmat (tidak amis) namun dengan khasiat yang optimal.
Tersedia dalam 2 varian rasa, yaitu: teh kelakai murni (dengan kemasan warna hijau), dan teh kelakai campuran/mixed tea (kemasan warna biru). Selain menambah aroma dan citra rasa, penambahan daun teh juga dimaksudkan untuk mengurangi bau dan rasa amis dari daun kelakai. Meskipun demikian penambahan daun teh ditentukan dengan komposisi tertentu sehingga tidak mengurangi khasiat dari teh kelakai.

Hasil Pengujian
Sumber : Lab Biokimia Fak. Kedokteran ULM

 

 

 

 

Keunggulan
Teh Kelakai rasanya khas daun kelakai, dengan kandungan anti hemolisis yang tinggi, sehingga dapat diandalkan untuk melindungi sel darah agar hemoglobin dapat dipertahankan. Selain itu teh dari daun kelakai juga mengandung senyawa antikolestrol, antidiabet dan antiinflamasi.
Teh ini, dapat digunakan sebagai minuman khas lahan basah/gambut yang dapat dipergunakan sebagai penunjang kesehatan.