Forest Tea merupakan produk teh herbal yang berasal dari tanaman/tumbuhan kehutanan yang diproduksi oleh PUI KR PHB (Pusat Unggulan Iptek Konsorsi um Riset Pengelolaan Hutan Berkelanjutan) dan merupakan salah satu produk unggulan dari  hasil hutan, terutama dari hasil hutan non kayu yang dikembangkan oleh PUI KR PHB pada awal tahun 2015.

Pada launching pertama produk Forest Tea (pertengahan tahun 2015), PUI KR PHB telah menghasilkan 8 varian (rasa) teh herbal, yang terdiri dari 4 varian teh herbal murni, yaitu: Teh Sarang Semut, Teh Ginseng Hutan, Teh Pasak Bumi dan Teh Kayu Manis, serta 4 varian dari herbal-herbal tersebut dicampur teh (mixed tea), yaitu: Teh Sarang Semut + Teh (mixed tea), Teh Ginseng Hutan + teh (mixed tea), Teh Pasak Bumi + teh (mixed tea) dan  Teh Kayu Manis  +  teh (mixed tea).

Penambahan  teh  ke  dalam  teh  herbal dimaksudkan agar teh herbal dapat digemari karena rasanya sudah familiar oleh penikmat teh biasa pada umumnya. Berdasarkan uji laboratoris yang di lakukan di  Lab Biokimia Fakultas Kedokteran ULM, penambahan teh ke dalam masing-masing teh herbal  tersebut ternyata  dapat meningkatkan nilai kemampuan herbal  tersebut  sebagai  obat  andiabetes dibandingkan dengan teh murni nya (hanya herbal saja). Dengan demikian maka teh herbal (mixed tea)  ini  direkomendasikan sebagai minuman kesehatan, yang dapat dinikmati sehari-hari oleh penikmat teh, khususnya bagi penderita diabetes.

Jika yang diinginkan adalah senyawa anoksidan yang tinggi, maka lebih disarankan mengkonsumsi teh herbal dalam bentuk murni (terutama teh sarang semut dan teh pasak bumi merah atau yang biasa disebut ginseng hutan). Sedangkan untuk senyawa aninflamasi atau anradang, maka disarankan mengkonsumsi teh pasak bumi merah (murni) , maupun campuran dengan teh (mixed tea) dan teh pasak bumi campuran dengan teh (mixed tea). Pada tahun 2015, aneka teh herbal dari tanaman kehutanan di kembangkan dengan aneka varian lain, seperti: teh daun gaharu, teh daun sungkai, teh daun sukun, teh biji mahoni, dll.

KEUNGGULAN DIBANDINGKAN TEH LAIN

Forest Tea rasanya segar, hampir sama dengan rasa teh biasa, namun mempunyai kandungan herbal yang tidak didapatkan pada teh biasa, sehingga mempunyai kandungan senyawa anoksidan, andiabetes dan aninflamasi yang nggi dibanding teh biasa. Dapat digunakan sebagai minuman penunjang kesehatan, yang disukai oleh berbagai kalangan masyarakat, baik tua, muda maupun anak-anak.

8 VARIAN FOREST TEA

  1. Teh Sarang Semut. Mempunyai kandungan anoksidan yang tinggi (63%).
  2. Teh Sarang Semut Mixed Tea. Mempunyai kandungan andiabetes yang tinggi (44%).
  3. Teh Ginseng Hutan. Mempunyai kandungan aninflamasi yang sangat tinggi (91%).
  4. Teh Ginseng Hutan Mixed Tea. Mempunyai kandungan aninflamasi yang tinggi (88%) dan andiabetes (45%).
  5. Teh Pasak Bumi. Mempunyai kandungan andiabetes (38%).
  6. Teh Pasak Bumi Mixed Tea. Mempunyai kandungan aninflamasi yang tinggi (76%).
  7. Teh Kayu Manis. Mempunyai kandungan aninflamasi yang tinggi (76%).
  8. Teh Kayu Manis Mixed Tea. Mempunyai kandungan aninflamasi (42%).

HASIL PENGUJIAN

Perbandingan teh herbal dengan teh biasa:

Kadar antiinflamasi dari teh herbal tanaman hutan jauh lebih tinggi dari teh biasa, sedangkan antioksidan dan antidiabetesnya lebih rendah kecuali pada teh ginseng hutan.

Pengaruh penambahan teh pada teh herbal:

Penambahan teh biasa pada teh herbal rata-rata mengurangi kandungan antioksidan, antiinflamasi, tetapi meningkatkan kemampuan antidiabetes dari teh herbal.