Madu merupakan cairan alami yang umumnya mempunyai rasa manis yang dihasilkan oleh lebah madu dari sari bunga tanaman (flora nektar) atau bagian lain dari tanaman (ekstra flora nektar) atau sekresi serangga. Madu mempunyai banyak manfaat terutama untuk kesehatan tubuh (SNI, 2004). Saat ini madu banyak beredar di pasaran dengan berbagai merek dan kemasan.Tak jarang madu juga digunakan untuk campuran produk minuman, makanan,kosmetik dan lain-lain. Kualitas madu yang beredar pun berbeda-beda tergantung produsennya, bahkan karena tingginya permintaan madu di pasaran, banyak produsen yang membuat madu palsu.

Untuk mengetahui kualitas madu yang beredar di pasaran, maka dilakukan pengujian sederhana di laboratorium menggunakan sampel dari berbagai merek madu. Hasil pengujian sederhana ini diharapkan mampu memberi gambaran terhadap kualitas madu yang beredar di pasaran. Namun pengujian secara sederhana yang dilakukan oleh masyarakat awam, tidak dapat menjamin keakuratan hasilnya, dikarenakan banyak cara yang dilakukan oleh para penjual madu untuk dapat mengelabui hasilnya. Oleh karena itu pengujian secara laboratorium sangat diperlukan untuk menjamin keaslian dan kualitas madu. Menurut SNI-01-3545-2004 terdapat 11 parameter untuk menentukan kualitas madu.

Salah satu unit bisnis dan jasa konsultasi yang ada di PUI PT KR PHTB adalah Unit Produk & Produksi “Forest Honey”, dimana salah satu kegiatan dari unit ini adalah menghasilkan madu hutan maupun budidaya yang unggul baik secara kuantitas ataupun kualitasnya, salah satunya adalah melalui kegiatan riset tentang madu, secara menyeluruh dan komprehensif, dari hulu ke hilir, mulai dari budidaya lebah madu, budidaya dan rekayasa pembungaan pohon penghasil pakan lebah madu, peningkatan kualitas madu, diversifikasi produk berbasis madu dan lain-lain. Dalam rangka mengetahui kualitas madu (baik madu alam maupun madu budidaya), yang berasal dari berbagai tempat , berbagai musim dan juga dari berbagai sumber pakan maka perlulah diuji kualitas madunya, agar nantinya dapat dihasilkan madu yang dapat memenuhi standar SNI 01-3545-2004, dan dapat dihasilkan madu untuk tujuan tertentu. Dalam rangka memperkenalkan cara penentuan keaslian dan penentuan kualitas madu kepada para mahasiswa, maka beberapa personel PUI PT KR PHTB (Siti Hamidah, Trisnu Satriadi, Sunardi, Yudi Firmanul Arifin, Rofiah, Dwi Lestari dan beberapa personel lain) melalui Unit Produk & Produksi “Forest Honey” menyelenggarakan kegiatan pembimbingan pengujian keaslian dan kualitas madu, pada tanggal 16 Desember 2016. Diharapkan dengan adanya pembimbingan ini dapat memperkenalkan cara pengujian dan penentuan keaslian dan kualitas madu kepada para mahasiswa baik secara visual seperti yang dilakukan oleh masyarakat awam (Adji, S., 2004), terutama melalui uji laboratorium berdasarkan SNI 01 3545 2004.