Inovasi produk merupakan hasil dari pengembangan produk baru oleh suatu perusahaan atau industri, baik yang sudah ada maupun belum. Dari produk lama yang telah mencapai titik jenuh di pasaran, diperlukan sebuah inovasi untuk mengganti produk lama tersebut. Penggantian ini dapat berupa produk pengganti yang secara total baru atau dengan perkembangan produk lama yang lebih modern dan up to date, sehingga dapat terus meningkatkan keinginan konsumen dalam keputusan pembelian produk tersebut (Indriany, 2013:67-68).

Begitupun juga menurut UU No. 18 tahun 2002, Inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi. Kesuksesan suatu perusahaan sangat bergantung kepada kemampuan perusahaan tersebut dalam mendapatkan, menggunakan pengetahuan, dan mengaplikasikannya menjadi suatu produk baru. Perusahaan yang memiliki kemampuan tersebut mampu untuk bertahan dari kerasnya persaingan pada era modern ini sehingga perusahaan mampu untuk memenuhi tujuan utamanya.

Untuk mengukur tingkat kesiapan atau kematangan sebuah inovasi, sejak tahun 2018 Kemenristekdikti telah melakukan atau membuat alat ukur dengan menggunakan metode Analisis IRL-Meter (Innovation Readiness Level – Meter) atau KATSINOV-Meter (Tingkat Kesiapan Inovasi – Meter), dan pada tahun 2019 ini telah keluar Permenristekdikti No. 29 Tahun 2019 tentang “Pengukuran dan Penetapan Tingkat Kesiapan Inovasi”.  Peraturan ini perlu disosialisasikan ke seluruh perguruan tinggi baik negri maupun swasta.

Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan kegiatan “Sosialisasi Permenristekdikti No. 29 Tahun 2019 tentang Pengukuran dan Penetapan Tingkat Kesiapan Inovasi dan Tata Cara Pengisian Katsinov-meter”, dimana untuk wilayah Kalimantan dilaksanakan di Ruang Conference Universitas Balikpapan, pada tanggal 5 September 2019.  Salah satu peserta yang diundang dalam acara ini adalah ULM (Universitas Lambung Mangkurat).

Berdasarkan undangan yang diterima, setiap perguruan tinggi diharap mengirimkan 2 (dua) personil untuk mengikuti kegiatan tersebut.  Pada kesempatan ini dikirim 2 (dua) orang personel yang mewakili dari ULM, yaitu 1 (satu) personel dari IBT ULM dan 1 (satu) personel dari PHLB ULM. Pemilihan personel dari kedua organisasi tersebut didasari bahwa kedua organisasi tersebut yang paling dekat dengan Inovasi. Hal ini dikarenakan sebuah inovasi mengandung makna inventori dan ekonomi.   Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) ULM merupakan organisasi di ULM yang mempunyai visi-misi untuk mencetak tenant dan start-up-start up baru berdasarkan teknologi (inovasi). PHLB (Pusat Inovasi, Teknologi, Komersialisasi, Manajemen:Hutan & Lahan Basah),  merupakan PUI PT (Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi), yang salah satunya berfokus pada kegiatan Inovasi.

Adapun hasil kegiatannya sesuai tema kegiatan yang terlampir pada jadwal kegiatan antara lain sebagai berikut:

  1. Sambutan dan arahan dari Ditjen Penguatan Inovasi yang diwakili oleh Tim Inovasi, yang menjelaskan latar belakang mengapa Katsinov diperlukan dan bagaimana nanti Katsinov dilaksanakan di Perguruan Tinggi, Lembaga Pemerintah maupun industri.
  2. Penjelasan mengenai “Permen Pengukuran dan Penetapan Katsinov” oleh Tim Katsinov Kemenristekdikti.
  3. Penjelasan mengenai “Organisasi dan Tatalaksana Pengukuran dan Penetapan Katsinov” oleh Tim Katsinov Kemenristekdikti.
  4. Penjelasan mengenai “Konsep dan Design Thingking Katsinov, dan Pemahaman Bussiness Model Canvas (BMC)” oleh Tim Katsinov Kemenristekdikti.
  5. Penjelasan alat ukur Katsinov.
  6. Penjelasan Pemahaman Indikator dan Cara Pengukuran.
  7. Praktek Pengukuran Katsinov Produk Inovasi. Pada kegiatan ini peserta mempraktekkan langsung mengukur tingkat inovasi dari produknya, dan dilakukan tanya jawab atau diskusi dengan tim dari Kemenritekdikti mengenai apakah ada kesulitan dalam pengoperasiannya.

 

Sumber: pubdok-phlb-ulm (PHLB-ULM/WEB-C7-03/ 08-2019)

Kategori: Berita