PHLBULM – Dalam rangka  melaksanakan kegiatan transfer teknologi, peneliti dari PHLB-ULM (Pusat Inovasi, Teknologi, Komersialisasi, Manajemen: Hutan & Lahan Basah, Universitas Lambung Mangkurat), nomenklatur atau nama baru dari PUI PT KR PHTB (Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Konsorsium Riset Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan) ikut berperan serta sebagai narasumber dalam kegiatan Pembinaan Forum Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018, yang diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Selatan.  Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Propinsi Kalimantan Selatan. Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut, M.P. dan diikuti oleh sekitar 30 orang perwakilan dari kelompok tani penggiat hasil hutan bukan kayu khususnya, bambu, gaharu dan kayu manis yang berasal dari wilayah Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, selaku salah satu narasumber dari PHLB ULM dan juga merupakan Guru Besar dari Fakultas Kehutanan ULM, Prof. Dr. Ir. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc memaparkan Topik “Inovasi dan Teknologi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu” khususnya mengenai: Prospek, Peluang, Tantangan & Kendala dalam Inovasi & Teknologi Pemanfaatan HHBK.   Selanjutnya  dosen Fakultas Kehutanan ULM dan juga salah satu peneliti dari PHLB ULM, Siti Hamidah, S.Hut, M.P. memaparkan “Beberapa Contoh Inovasi dan Teknologi dalam Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu”. Beberapa Inovasi Pemanfaatan HHBK yang telah dilakukan oleh para peneliti PHLB antara lain: 1) Pengembangan Madu Herbal berbasis Madu dan Kayu Manis, Pasak Bumi dan tumbuhan obat lain khas Kalimantan Selatan, 2) Pengembangan Roti Rendah Kalori Berbahan Baku Sagu & Kayu Manis, 3) Pengembangan Gula Semut Herbal, 4) Pengembangan Produk Pangan Berbahan Baku Kelakai atau Tumbuhan Khas Lahan Basah serta produk-produk lainnya seperti Minyak Kemiri dll.  Sejalan dengan program dari Dinas Kehutanan Propinsi Kalsel, yang akan mengembangkan desa bambu, maka para peneliti dari PHLB ULM akan mengembangkan berbagai produk turunan dari bambu, baik yang berupa pangan maupun non pangan.  Beberapa tahun yang lalu inventarisasi mengenai jenis dan potensi  bambu yang tumbuh di wilayah HSS telah diteliti oleh tim Peneliti dari PHLB, sehingga program selanjutnya mengenai diversifikasi pemanfaatan jenis-jenis bambu tersebut akan terus dilakukan.  Demikian juga inovasi dalam meningkatkan kualitas minyak kemiri akan terus dilakukan, mengingat beberapa variabel dalam standar SNI, minyak kemiri hasil produksi para petani di wilayah Kalsel belum dapat memenuhi standar.

Kegiatan yang dilakukan kali ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yaitu :Pelatihan Penguatan Kelembagaan Perhutanan Sosial  (: Budidaya & Pengolahan HHBK)  yang telah diselnggarakan pada tanggal 8-9 Mei 2018 yang lalu di Hotel Rodhita Banjarbaru.

Sumber: pubdok-phlb-ulm (PHLB-ULM/UM-WEB/III-C309/ 09-2018)