Salah satu peneliti dari PUI PT KR PHTB menjadi narasumber pada acara “Peningkatan Kapasitas Masyarakat KPH Kayu Tangi Tahun 2017” KPH Kayu Tangi, Dishut Propinsi Kalsel dan Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah IX Banjarbaru.  Acara ini diikuti oleh para petani yang berasal dari wilayah KPH Kayu Tangi, Kabupaten Banjar sebanyak 30 orang, terdiri dari para petani madu, karet, dan kemiri.  Acara diselenggarakan di Fave Hotel Banjarbaru (22-24 Agustus 2017).  Pada kesempatan itu nara sumber dari PUI PT KR PHTB, yaitu Siti Hamidah, S. Hut, M.P. memaparkan materi pelatihan dengan judul “Pengolahan Minyak Kemiri” .  Dalam kesempatan itu narasumber menjelaskan mengenai berbagai metode pengolahan minyak kemiri dengan menunjukkan hasil-hasil percobaan dan riset yang telah dilakukan sebelumnya, serta menjelaskan mengenai standar mutu biji kemiri dan minyak kemiri berdasarkan standar SNI, serta bagaimana mengemas produk minyak kemiri, membuat label produk serta menghitung nilai ekonomi dari usaha pengolahan minyak kemiri.  Demikian juga dipaparkan bagaimana agar nantinya para petani dapat mengoptimalkan pendapatan dari hasil usahanya, melalui diversifikasi produk dan pengolahan limbah hasil pengolahan minyak kemiri.

Pada hari kedua pelatihan (23 Agustus 2017), para peserta mendapat kesempatan untuk mempraktekkan langsung cara pengolahan minyak kemiri.  Bertempat di ruang sidang PUI PT KR PHTB, para peserta mempraktekan langsung beberapa metode cara pengolahan minyak kemiri, dibawah asistensi bimbingan dari staff PUI PT KR PHTB, yaitu: Tri Ani Windawati, S.Hut dan mahasiswa PMW dari Fakultas Kehutanan Unlam (Tenti Linda Lestari).  Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, diharapkan nantinya para petani kemiri, yang selama ini hanya menjual kemiri sebagai bahan mentah, bumbu dapur dapat melakukan diversifikasi produknya menjadi minyak kemiri maupun produk turunan yang lainnya.


Bagi PUI PT KR PHTB, kegiatan transfer teknologi kepada masyarakat luas, merupakan salah satu target kinerja PUI PT KR PHTB, dimana setiap tahunnya minimal harus ada 15 kegiatan transfer teknologi.  Dengan adanya kegiatan transfer teknologi diharapkan diseminasi hasil penelitian dan diseminasi produk yang dihasilkan oleh PUI PT KR PHTB dapat tersebear luas ke masyarakat, baik masyarakat biasa, petani, industri, pemerintah dan instansi terkait.  Bagi narasumber atau pemateri secara pribadi, selaku dosen di Fakultas Kehutanan Unlam, kegiatan ini dapat sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan Tri Darma Perguruan tinggi, yaitu pengabdian pada masyarakat.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *